[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Ghost Fleet: Bangkit 2030
Ghost Fleet: Bangkit 2030

Melihat hiruk pikuk publik,  saya tergelitik terlibat dalam diskursus tentang isu bubarnya Indonesia pada tahun 2030. Wacana inimenyeruak dan memasuki ruang intim publik setelahdilontarkanCalon Presiden Prabowo Subianto (2014).

Wacana ini merupakan hasil bacaannya atas novel  bertajuk Ghost Fleet.  Bagaimana memahami komunikasi ketua umum Partai Gerindra ini? 

 

Pertama,  Memutar Jarum Jam atas keberhasilan Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. 

Memunculkan wacana ini ke publik lengkap dengan konteks retorika yang mendelegitimasi kekuasaan,  ini bukan sekedar memberi warning atau informasi,  dan alarm.  Ini sebuah serangan politik verbal untuk menangguk KeuntunganPolitik

Publik akan memberi tafsir sederhana tentang wacana bubarnya Indonesia pada tahun 2030. Pemerintah saat ini akan dianggap sedang membangun pondasikeindonesiaan yang sangat rapuh sehingga hanya dalam kurun waktu 12 tahun saja bangunan Indonesia akan roboh: bubar. 

Padahal justeru pemerintah sedang membangun pondasi bangsa dan negara ini sangat kuat menuju Indonesia Emas 2025. Pada 2050 Indonesia bahkan diprediksi Price waterhouse Coopers (PwC) sebagai kekuatan raksasa ekonomi dunia nomor 4 setelah China,  India,  dan Amerika.

Selama ini,  keberhasilan ekonomi pemerintah dipuji banyak lembaga internasional. Pertumbuhan ekonomi bagus.  Kelayakan investasi sangat baik.  Kemudahan berusaha lompat sangat jauh dari rapor merah ke rapor biru. InflasibulanMaret bahkan diprediksi turun.  Harga-hargastabil,  tidak bergejolak.  Daya beli masyarakat relatif baik. 

Semua indikator ekonomi ini membuat IMF memuji keberhasilan Indonesia.  Kebijakan ekonomi pemerintah bahkan dianggap tepat dan sudah berada pada rel yang benar. 

Kondisi sosial politik terkendali.  Kritik masyarakat terkonsolidasi dalam kanal-kanal demokrasi secara baik.  Kritik sekeras apapun hingga turunnya jutaan massa di jalanan berlangsung tertib,  tanpa kekerasan,  tanpa represi penguasa.

Konsolidasi demokrasi juga tercermin dalam kinerja parlemen dan penegakan hukum.  Partai-partai politik di parlemen bekerja dalam kebebasan politik.  Sebagai pilar kedua demokrasi,  parlemen bebas menyampaikan koreksi terhadap pemerintahan.  Pengawasan parlemen terhadap eksekutif terus berlangsung dan tidak dihegemoni oleh tangan-tangan kekuasaan eksekutif. 

Begitu juga penegakan hukum berlangsung tanpa tekanan dan campur tangan kekuasaan.  Ketua DPR RI adalah top leader kekuasaan demokrasi justru dapat dicokok oleh aparat penegak hukum tanpa gejolak berarti.  Penegak hukum bahkan diberi kebebasan untuk memproses secara hukum sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja jika terbukti bersalah dan terlibat sengkarut korupsi E-KTP. 

Demokrasi berjalan dalam kanal yang benar.  Kebebasan berbicara dan berekspresi berjalan sesuai dinamika masyarakat.  Penegakan hukum berlangsung bedasarkan pendulum keadilan.  Bukan seperti pisau yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas.  Masyarakat mengalami dinamisasi yang energik. 

 

Kedua,  Membangun Opini Publik

Tak bisa dihindari bahwa Prabowo tidak semata-mata memberi informasi dan peringatan pada pemerintah tentang sebuah prediksi yang disampaikan melalui cerita fiksi (ilmiah).

Prabowo jelas bukan jurnalis yang sekadar menulis berita atau penyiar radio yang membacakan informasi tanpa tendensi politik.  Ia juga bukan guru atau ustad yangmemberi informasi tanpa pamrih. 

Prabowo adalah ketua umum partai oposisi: Gerindra.  Prabowo juga adalah Capres 2014 dan masih disokong banyak sekutunya untuk kembali maju pada 2019. Ucapan dan tindakan Prabowo adalah politik dan untuk meraih keuntungan politik. 

Prabowo sedang membangun opini publik tentang keroposnya pemerintahan ini sehingga akan mengancamkeberlangsungan Indonesia sebagai negara bangsa.  Opini publik ini tentu saja punya agenda yaitu meruntuhkan wibawa pemerintah. Seperti bermain catur,  runtuhnya wibawa pemerintah akan diikuti dengan hilangnya kepercayaan rakyat pada penguasa atau sebut nama yaitu distrust pada kemampuan Jokowi.  Jika ini terjadi,  cukup dengan satu gebrakan Jokowi bakal bisa ditumbangkan dalam kontestasi Pilpres 2019.

 

Ketiga,  Menebar Kecemasan Sekaligus Ancaman

Setara komunikatif, wacana Prabowo ini bisa ditafsirkan sebagai upaya untuk menciptakan dan membangun kecemasan dan keresahan publik.  Indonesia yang diperjuangkan rakyat hingga titik darah penghabisan dari Sabang hingga Merauke tiba-tiba harus bubar dalam waktu relatif dekat: 2030. Artinya ada yang tidak beres dalam tata kelola negara bangsa ini.

Rencana ini sekaligus merupakan ancaman secara terbuka dengan melibatkan rakyat. Pesannya adalah bahwa kebijakan pemerintahan sekarang ini akan merusak bangunan Indonesia di masa depan dan sekaligus membubarkan negara Indonesia dari peta negara-negara di dunia. Seperti laiknya Uni Soviet yang juga bubar jalan,  Indonesia nanti hanya tinggal sejarah.  Selebihnya akan muncul negara-negara kecil seperti negara Jawa,  negara Sumatera,  negara Papua, negaraBali,  negara Sulawesi atau lebih kecil lagi negara Jawa Timur,  negara Ambon dan sebagainya. 

Tentu saja saya punya harapan lebih atas informasi Ghost Fleet ini.  Anggap saja Indonesia benar-benar berada dalam ancaman yaitu bakal bubar pada 2030. Jika ini ancamannya,  maka seharusnya sikap seluruh komponen bangsa ini harus bersatu padu mempertahankan Indonesia sebagai bangsa dan negara. 

Itu artinya wacana yang dibangun oleh Prabowo haruslah dimaknai sebagai upaya semua pihak untuk segera mengakhiri seteru, menyelesaikan setiap persoalan sosial politik,  menghilangkankubu dan konfrontasi. Tokoh-tokoh nasional sipil, militer, kyai, ustad,  para sinuhun,  raja-raja dan sultan, akademisi,  mahasiswa,  ormas dan politisi, eksekutif,legislatif, yudikatif, duduk bersama membangun cetak biru mempertahankanIndonesia yang merdeka dan berdaulat.

Saya berharap wacana ini tidak hilang begitu saja tetapi menghasilkan gerakan konsolidasi nasional bersama Presiden Jokowi agar bangsa ini tidak hilang dalam peta dunia. Terima kasih Pak Prabowo,  Anda sudah mengingatkan bangsa ini untuk mulai bersatu dan bangkit. Duet Jokowi dan Prabowo dalam mengelola negara ini sepertinya patut mulai disuarakan bersama komponen lainnya.  Demi Indonesia,  demi bangsa dan negara: 2030 bangkit bersatu.  (herubahtiar

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by