[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Ekspor Perdana Bellfoods
Ekspor Perdana Bellfoods

Target meningkatkan ekspor dari 7% menjadi 11% terus dipertajam.  Diversifikasi produk ekspor berhasil dilakukan. Ekspor perdana dilepas ke Jepang.  Kali ini Indonesia mengekspor naget (nugget) ayam.  Kita perlu mengapresiasi ekspor perdana ini sebagai bagian penting mencapai target ekspor yang telah dipatok pemerintah. 

Seperti dirilis Humas Kemendag,  Kamis (22/3) di Jonggol,  Jawa Barat,  ekspor dilakukan oleh PT Belfoods Indonesia (Belfoods), anak perusahaan PT Sierad Produce Tbk. dari Gunung Sewu Group. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas secara langsung ekspor ke negeri Sakura ini. 

"Dengan komitmen dan kerja keras, hari ini kita bisa menyaksikan peluncuran ekspor perdana nugget ayam hasil produksi Belfoods ke Jepang. Saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Belfoods yang menjadi perusahaan pertama yang melakukan ekspor nugget ayam ke Jepang dan turut berkontribusi dalam meningkatkan devisa ekspor nasional Indonesia," ungkap Mendag.

Keberhasilan Belfoods dalam melakukan ekspor perdana ini juga tak lepas dari dukungan penuh Kedutaan Besar RI di Tokyo. Ekspor ini menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia yang menandai pencapaian pengembangan pasar di luar negeri. Apalagi Jepang juga terkenal ketat atas standar kualitas yang diterapkan.

Mendag berharap ekspor perdana ini menjadi awal yang baik untuk mulai memajukan industri ayam olahan Indonesia ke pasar internasional. Jika produk nugget ayam Indonesia dapat masuk ke Jepang, nantinya akan lebih mudah untuk masuk ke negara lain.

Jepang dipilih sebagai tujuan ekspor produk naget ayam dikarenakan potensi pasarnya yang sangat besar. Konsumsi produk makanan olahan berbasis unggas di Jepang mencapai USD 2 miliar per tahun. Saat ini masih didominasi China dan Thailand.

Pada kesempatan itu,  Mendag menyatakan Indonesia memiliki peluang pasar yang sangat besar di Jepang jika dapat menjaga konsistensi mutu dan efisensi sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari China dan Thailand. Selain itu, terpilihnya Tokyo sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 juga akan memicu peningkatan kunjungan ke Jepang dalam dua tahun terakhir ini.

Mendag mengajak para eksportir dan calon eksportir ayam olahan Indonesia agar bersama-sama melakukan pembinaan dengan peternak lokal. Ia mengatakan bahwa ekspor tidak hanya untuk meningkatkan devisa nasional, tetapi juga meningkatkan taraf hidup para peternak Indonesia. Selain itu, program hilirisasi pemerintah juga berjalan dengan sukses dan perekonomian Indonesia menjadi semakin baik.

Pemerintah terus mengupayakan peningkatan akses pasar internasional, antara lain dengan melakukan berbagai pameran-pameran dan misi dagang di negara tujuan ekspor. Hal ini dimaksudkan untuk menyukseskan program hilirisasi nasional dan peningkatan ekspor bernilai tambah.

"Kementerian Perdagangan, khususnya melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) siap membantu dan memfasilitasi para eksportir untuk memperluas pasar ekspornya di berbagai negara,"ujar Mendag.

Hal ini sejalan dengan mandat Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Perdagangan, yaitu meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan. Ekspor Indonesia di tahun 2017 tumbuh 16,3% menjadi USD 168,8 miliar. Hal ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengan surplus perdagangan USD 11,8 miliar.

Merujuk kepada pencapaian tahun 2017 tersebut, Kementerian Perdagangan telah berkomitmen meningkatkan ekspor sebesar 11% pada tahun 2018. Target pertumbuhan ekspor dapat dicapai dengan kerja keras serta dukungan dari semua pihak, salah satunya adalah para pelaku usaha/eksportir.

CEO PT Sierad Produce Tbk. Tommy Wattimena memiliki komitmen mengembanhkan pasar ekspor ini.  Komitmen ini patut diapresiasi.

Ia optimistis cita rasa Belfoods dapat diterima mengingat Belfoods sudah melakukan tes pasar beberapa waktu di Jepang. "Belfoods  akan terus mempertahankan kualitas mutu sesuai standar ekspor sehingga pasar ekspor bisa berkembang pesat," kata Tommy Wattimena. 

Belfoods merupakan salah satu perusahaan makanan olahan berbasis unggas di Indonesia yang memperoleh sertifikasi kelayakan untuk melakukan ekspor ke Negeri Sakura. Kualitas mutu dan standar produksi yang tinggi merupakan salah satu persyaratan utama sertifikasi di antara persyaratan lainnya.

Pada tahun 2014, delegasi Perseroan bersama Pemerintah Indonesia berkunjung ke Tokyo untuk berunding agar Pemerintah Jepang membuka pasarnya bagi produk ayam Indonesia. Pemerintah Jepang kemudian mengirimkan Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan melakukan audit ke PT Belfoods Indonesia pada tahun 2015.

Melalui proses audit yang ketat, Belfoods mendapat sertifikasi kelayakan di tahun 2016 untuk melakukan ekspor. Selanjutnya, Belfoods mulai aktif dalam mengikuti pameran di Jepang, seperti FoodEx dan Halal Product Expo di Tokyo untuk memperkenalkan produk-produknya ke pasar Jepang. (herubahtiar) 

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by