[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Kembali, KKP Gagalkan Pengiriman Ikan Yang Dilindungi
Kembali, KKP Gagalkan Pengiriman Ikan Yang Dilindungi

Jakarta, TNO. – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) kembali menggagalkan pengiriman ikan yang dilindungi oleh CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), berupa 2 ekor Arapaima gigas yang merupakan jenis ikan air tawar terbesar di dunia, dari Jakarta dengan tujuan Banjarmasin di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta (13/6).

Ikan asli Amazon yang masing-masing mempunyai berat 20 kilogram tersebut dikirim menggunakan cargo Garuda dengan memalsukan Surat Keterangan Lalu Lintas Ikan (SKLL). Berawal dari kecurigaan petugas BKIPM Jakarta I yang melakukan pemeriksaan di gudang cargo Garuda Bandara Soekarno-Hatta yang menemukan 2 (dua) buah box Styrofoam diduga berisi ikan. Berdasarkan keterangan dalam dokumen karantina, box tersebut berisi  Scleropages formosus yang merupakan nama ilmiah dari Arapaima gigas atau disebut juga dengan Pirarucu atau Paiche. Petugas BKIPM dibantu pengurus barang memindahkan ikan-ikan tersebut ke kantor BKIPM Jakarta I dan mendapati salah satu ikan tersebut dalam keadaan mati sedangkan seekor lagi mengalami luka pada ekornya.

Ikan Arapaima gigas tersebut hendak dikirim ke Banjarmasin dengan tujuan untuk dibudidayakan. Namun sebaiknya masyarakat mempelajari dan mencari informasi terlebih dahulu mengenai ikan Arapaima gigas tersebut. Dikhawatirkan apabila lepas ke perairan umum dapat membahayakan kelestarian sumberdaya ikan, karena ikan tersebut bersifat invasif (predator, karnivora, kompetitor, media pembawa agen penyakit ikan), selain ikan ini dapat tumbuh sampai mencapai 3 meter panjangnya.

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by