[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Jelang Puasa, Waspada Yuk…!
Jelang Puasa,  Waspada Yuk…!

 Bulan puasa dan lebaran tinggal sejengkal lagi.  Umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan dilanjutkan merayakan hari raya Idul Fitri atau lebih sering disebut lebaran. Yuk mulai waspada… !

Waspada lebih tepatnya adalah menjadi konsumen cerdas.  Membeli produk apa saja yang baik dan aman dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan atau keamanan dan lingkungan. 

Di era media sosial juga sering muncul berbagai informasi yang disebarkan masyarakat dengan embel-embel bahaya,  palsu, dan semacamnya.  Padahal,  mereka tak memahami produk itu.  Tidak paham dengan apa yang dikatakannya.

Contohnya viral informasi telur palsu.  Sebutan palsu tidak main-main. Harus diketahui indikator kepalsuannya seperti apa dan bisakah dibuktikan secara akademik.  Jika tidak,  jangan dikatakan palsu.  Harus diuji laboratorium dulu sebelum disebut palsu dan jangan gegabah diviralkan. 

Risikonya bisa kembali ke diri sendiri.  Pertama,  mengunggah produk palsu tanpa pengetahuan akan menunjukkan kelemahan diri sendiri. 

Kedua,  menciptakan keresahan di masyarakat.  Tentu tidak baik membuat masyarakat resah dan panik.  Namun jika keresahan dan kepanikan itu yanh dituju,  maka jangan salahkan aparat kepolisian jika menangkap mereka berdasarkan UU ITE.  Sebab menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, tidak akurat,  dan menimbulkan kepanikan publik bisa terancam pidana. 

Kementerian Pertanian dan BPOM sudah melansir statemennya bahwa tidak ditemukan telur palsu.  Dunia teknologi bahkan belum berhasil membuat telur dan cangkangnya.  Kalau pun bisa,  pemalsuan telur akan memakan biaya sangat tinggi dan tidak ekonomis.  Daripada memalsu lebih baik membeli telur asli.  Jelas lebih murah.

Waspada lainnya adalah memanfaatkan momen puasa dan lebaran untuk menaikkan harga.  Satgas Pangan yang harus meningkatkan kewaspadaan.  Jangan sampai ada penimbunan dan menciptakan kelangkaan di pasar.

Sejumlah bahan pokok yang rawan ditimbundengan tujuan menaikkan harga adalah beras, gula,  bawang putih,  bawang merah,  tepung,  minyak goreng. 

Waspada para pedagang nakal yang akan menimbun.  Waspada juga pada jumlah dan volume stok di pasar.  Waspada pada distribusi bahan pokok.  Jangan sampai rantai pasok terganggu.  Jangan sampai stok menipis. 

Saat ini,  dari media online,  Kumparan. Com,  Menko PerekonomianDarmin Nasution meminta Satgas Pangan untuk menggelontorkan beras impor ke pasar. Hal ini untuk meredam harga beras hingga bulan puasa dan Idul Fitri yang berlangsung pada Mei dan Juni nanti. “Saya sudah minta ke KSP dan Satgas itu adalah kewenangan Bulog, jangan digembok-gembok itu gudangnya,” kata Darmin. 

Menko Darmin sedang menjaga stok.  Janhan sampai harga beras tidak stabil. Panen raya di sejumlah wilayah diharapkan mampu menciptakan harga beras lebih stabil. 

Mumpung masih ada waktu,  Wakil Ketua DPRTaufik Kurniawan mengingatkan, agar pasokan beras pemerintah jangan sampai minus. “Tak lama lagi kita memasuki bulan Ramadan dan kemudian lebaran. Jangan sampai minusnya stok beras ini menjadi keresahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.” (sumber: detikfinance.com).

Ini sebentuk kewaspadaan atau alarm agar pada saat puasa harga bahan pokok tetap stabil.  Harga beras medium dan premium tetap sesuai harga eceran tertinggi seperti yang dikeluarkan pemerintah.

Jika ada yang menaikkan harga untuk mengejar keuntungan pribadi,  Satgas Pangan perlu segera turun tangan.  Datangi gudanhnya dan peringatkan  orangnya.  Jika bandel,  Satgas bisa lebih tegas bersikap: tahan dan proses hukum.

Waspada lainnya adalah kewaspadaan kementerian seperti Kementerian Pertanian. Stok bahan pokok diharapkan benar-benar harus terpenuhi di setiap kota dan kabupaten.  Data harus akurat.  Proses mengambil data juga tepat agar hasilnya juga presisi.  Dengan data yang baik dan real,  sesuai kenyataan dan fakta,  maka kebijakan bisa diambil secara lebih tepat. 

Waapada lainnya dilakukan Kementerian Perdagangan.  Kementerian ini tenghmengondisikan seluruh daerah benar-benar memastikan harga stabil.  Naik boleh tapi masih dalam batas toleransi tapi jika lebih dari itu, perlu ditindak. 

Seluruh dinas perdagangan di Indonesia telah siaga dan siap menjaga stabilitas harga ini.  Mereka berkoordinasi secara terus-menerus dan memantau kondisi pergerakan harga. Jika ada stok menipis dan harga mulai naik intervensi akan dilakukan segera. 

Kewaspadaan menjelang puasa dan kebaran harus dijaga dengan baik.  Jangan sampai lengah.  Sebab stabilitas harga adalah cermin kesejahteraan rakyat.  Jika rakyat membeli dengan harga terjangkau otomatis rakyat dapat mengakses produk yang dibutuhkan.

Lebih sejahtera bisa didapat ketika pendapatan naik atau harga barang kebutuhan konsumsi turun. Jadi yuk waspadalah...!!! (herubahtiar) 

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by