[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Diplomasi Kopi di Negeri Kiwi
Diplomasi Kopi  di Negeri Kiwi

Presiden Joko Widodo kembali melakukan lawatan penting ke sejumlah negara. Ini bukan perjalanan biasa.  Presiden ingin segera melihat kemajuan kerjasama bilateral dengan Indonesia.

Salah satu negeri yang dikunjungi adalah Selandia Baru.  Di negeri Kiwi tersebut,  Presiden berharap bisa menaikkan nilai perdagangan kedua negara dan mencapai target perdagangan kedua negara hingga Rp 40 triliun pada 2024 .Presiden mengeluarkan salah satu jurus andalanya yaitu diplomasi kopi.

Dalam jamuan makan siang kenegaraan bersama Gubernur Jenderal Selandia Baru Dame PatsyReddy di Government House,  Wellington,  Selandia Baru,  Presiden melemparkan diplomasinya.

“Jangan lupa jika minum kopi minumlah kopi Indonesia,” kata Presiden Jokowi disambut riuh tawa dan tepuk tangan.

Sebelum Presiden datang,  delegasi bisnis Indonesia sudah memulai misi dagang ke Selandia Baru. Kopi, minyak kelapa sawit, energi terbarukan, dan jasa tenaga kerja merupakan produk unggulan yang ditawarkan kepada para buyer di Selandia Baru. Forum Bisnis Indonesia-Selandia Baru menjadi ajang penting yang membahas berbagai hal agar kedua negara bisa mencapai target Rp 40 triliun itu. 

Pada 2014 lalu,  dalam pertemuan Joint Ministerial Commission Indonesia-Selandia Baruke-6, kedua negara menyepakati peningkatan nilai total perdagangan sebesar USD 2,9 miliar atau Rp 40 triliun di tahun 2024.

“Indonesia memiliki banyak produk unggulan yang berpotensi ekspor ke Selandia Baru. Produk-produk ini dibawa oleh pelaku usaha kami yang sangat tertarik untuk bermitra dengan pelaku usaha Selandia Baru,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda Jumat (16/3) pekan lalu. 

Acara yang dihelat Kementerian Perdagangan dan KBRI Wellington di Selandia Baru itu dihadiri tak kurang dari 100 pebisnis termasuk Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya.

Kopi adalah produk unggulan Indonesia.  Dalam forum bisnis Indonesia-Selandia Baru kali ini, Arlinda mengatakan Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ke-4 sekaligus eksportir terbesar ke-7 dunia. Nilai ekspor kopi Indonesia ke dunia tahun 2017 tercatat sebesar USD 1,18 miliar. Saat ini, Indonesia telah memiliki 20 kopi indikasi geografis. Artinya, kopi dari setiap daerah memiliki cita rasa khas yang berbeda dengan daerah lain.

Selain kopi Indonesia menyodorkan  minyak kelapa sawit. Indonesia adalah negara produsen terbesar dunia dengan nilai ekspor tahun 2017 mencapai USD 20,7 miliar atau 47,93% dari total pasar minyak sawit dunia. “Masih terbuka peluang besar bagi produk minyak kelapa sawit Indonesia untuk dapat mengisi pasar Selandia Baru. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek produk sawit Indonesia,” kata Arlinda.

Dubes Tantowi Yahya mengaku forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Selandia Baru seperti ini baru pertama kalidiadakan.

“Peserta hari ini adalah saksi sejarah. Karena ini adalah forum bisnis yang pertama kali diadakan selama 60 tahun persahabatan Indonesia dan Selandia baru. Saya menyambut baik antusiasme pelaku usaha Selandia Baru untuk menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia,” kata Tantowi di acara itu. 

 

Keinginan menggenjot peningkatan ekspor ke Selandia Baru bukan tanpa alasan. Data tahun 2017 menunjukkan total ekspor Indonesia ke Selandia Baru sebesar USD 437,8 juta. Nilai ini baru sebesar 1,09% total impor Selandia Baru dari dunia yang jumlahnya mencapai USD 40,1 miliar.

Sementara itu, total ekspor Selandia Baru ke Indonesia sebesar USD 751,1 juta atau baru 0,47% total impor Indonesia dari dunia sebesar USD 156,9 miliar.

Selama periode 2012-2016, tren ekspor nonmigas Indonesia ke Selandia Baru turun 1,62% dari USD 366,0 juta pada 2012 menjadi 357,5 juta pada 2016. Namun, ekspor tahun 2017 berhasil tumbuh 15,32% dibanding tahun 2016 sehingga mengerek nilai ekspor ke USD 412,4 juta untuk tahun 2017.

Lima besar produk ekspor Indonesia ke Selandia Baru adalah palmnutorkerneloilcake, kayu untuk furnitur, batu bara, dan tisu wajah.

Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari Selandia Baru periode 2012-2016 turun dengan tren 3,35% dari USD 696,2 juta pada 2012 menjadi USD 660,9 juta pada 2016. Kinerja ini meningkat di tahun 2017 dengan nilai USD 751,2 juta atau meningkat 13,66% dibandingkan tahun 2016. Lima produk yang paling banyak diimpor Indonesia dari Selandia baru adalah produk susu, mentega, daging, keju, dan kayu.

Diplomasi Kopi yang dibawa Presiden punya maksud dan tujuan yang jelas: ekspor kopi ke Selandia Baru.  Negeri dingin yang mempunyai level pendidikan terbaik di dunia ini harus menjadi salah satu tarvet ekspor kopi Indonesia.  Tak hanya itu target Rp 40 triliun nilai perdagangan kedua negara segera bisa terealisasi.

“Kami optimistis target perdagangan kedua negara sebesar Rp 40 triliun dapat tercapai. Hal ini juga akan didukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% dan Selandia Baru sebesar 3% di tahun 2017,” ungkap Arlinda.

Optimisme seperti ini sangat penting untuk membangun soliditas dan kerjasama tim dengan arah dan tujuan yang pasti.  Selandia Baru tak boleh lagi disia-siakan potensi pasarnya.  Kita harus lebih banyak mengirimkan ekspor produkunggulan kita ke  negeri damai tersebut. 

Diplomasi Kopi ala Presiden Jokowi adalah pesan penting yang tak boleh disia-siakan lagi.  Kopi... Kopi.... Kopi...!!  ( *)

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by