[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
RI LEBIH BAIK DARI SINGAPURA
RI LEBIH BAIK DARI SINGAPURA

Pekan lalu,  dunia investasi dibuat geger oleh survei majalah mingguan Amerika Serikat U.S. News.  Majalah berpengaruh ini sengaja merilis negara-negara di dunia yang layak investasi.  Hasilnya mengejutkan.  Indonesia menempati posisi kedua terbaik jauh meninggalkan negara-negara dunia lainnya termasuk Singapura.  

Posisi pertama ditempati Filipina.  Posisi ketiga dan seterusnya berturut-turut disabet Polandia, Malaysia, Singapura, Australia, Spanyol, Thailand, India, Oman, hingga urutan ke-20 ditempati Chile.

Penting saya tulis besar-besar bahwa Indonesia lebih layak investasi daripada Singapura.  Sebagai negara sangat besar bahkan lebih besar dari negara-negaraUniEropa,  Indonesia sering kali kalah jika dibandingkan dengan negeri kecil Singapura.  Terutama dalam hal investasinya.  

Kini menurut survei majalah Amerika itu,  Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan Singapura yang berada di posisi kelima.  Indonesia hanya lebih rendah “satu oktaf” dibandingkan Filipina yang menempati posisi puncak.  Tahun lalu Indonesia berada di tempat ke-10. 

Survei ini sangat prestisius karena dilakukan pada 21.000 orang di 80negara di dunia.  Ada empat faktor yang dilihat majalah ini untuk menempatkan Indonesia di posisi kedua.  Empat faktor itu yaitu masyarakat, lingkungan, hubungan, dan kerangka struktur negaranya, yang mendorong pihak-pihak untuk berinvestasi di sektor sumber daya alam, pasar, teknologi, atau brand yang dimiliki negara-negara tersebut. 

Keempat faktor ini sesuai dengan ketetapan Bank Duniadengam 65 indikator.  Namun US News hanya memakai 8 indikator penting yaitu kewiraswastaan, stabilitas ekonomi, lingkungan pajak yang menguntungkan, inovasi, tenaga kerja terampil, keahlian teknologi, dinamisme, dan korupsi.

Dari sisi kelayakan investasi, Indonesia  jauh lebih unggul dibandingkan Singapura dalam hal kewiraswastaan dan stabilitas ekonomi.  Ini menakjubkan.  Sebab selama ini, seolah-olah Singapura memiliki ekonomi yang lebih stabil di antara negara kawasan.  Survei ini membuktikan sebaliknya, Indonesia jauh lebih stabilsekonominya dibandingkan Singapura.  Predikat ini jelas sangat penting bagi investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia.  Bukan di Singapura.  

Indikator lainnya adalah inovasi dan keahlian teknologi serta tenaga kerja terampil.  Ketiga indikator ini sebenarnya menunjukkan kualitas SDM.  Melihat tiga indikator ini seolah-olah Indonesia lebih buruk daripada Singapura.  Banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berlomba belajar ke Singapura.  Survei ini membuktikan sebaliknya.  Indonesia jauh lebih inovatif,  jauh lebih terampil dan jauh lebih ahli penguasaan teknologinya dibandingkanSingapura. Ini sangat membanggakan sekaligus sebuah tantangan besar.

Sekali lagi,  survei ini ingin mengukur kelayakan investasi suatu negara dan bukan yang lain. Semakin inovatif masyarakat di suatu negara semakin layak negara itu untuk mendapatkan investasi.  

Indikator lain yang menarik dlihat yakni lingkungan pajak yang menguntungkan,  dinamisme dan korupsi.  Survei ini ingin menunjukkam kepada dunia bahwa Indonesia ini negeri yang tumbuh dan dinamis. Dinamis artinya tidak stagnan.  Tidak diam.  Tidak terkooptasi oleh sesuatu.  Indonesia terus bergerak secara dinamis.  Dulu mungkin ada kesalahan tetapi dinamisme mengubah kesalahan masa lalu menjadi potensi masa depan.  Dinamisme masyarakat dan birokrasi pemerintahan ini mengubah persepsi masyarakat dunia ke satu arah yang lebih baik.  

Begitu juga dengan pengenakan pajak yang diformat secara baik sehingga tidak memberatkan investor.  Sementara korupsi sedang diperangi.  Investor tidak perlu ketakutan karema birokrasi yang masih korup.  Sebab ada lembaga megara yang dijamin Undang-Undang yang kini sedang bekerja sangat keras untuk menghadap laju korupsi. 

Dari 100 negara di dunia yang di survei Transparency International menempatkan Indonesia ke peringkat 37. Meski tidak terlalu baik,  dengan persepsi baru tentang dinamisme di Indonesia,  kepercayaan publik pada Indonesia bisa semakin besar.  Korupsi di mana -mana terjadi.  Bukan cuma di Indonesia.  Namun Indonesia sangat serius dan bekerja keras untuk melawan korupsi.  Banyak pejabat ditangkap komisi pemberantasan korupsi.  Artinya dunia melihat tidak ada hambatan dalam memberantas korupsi. Tidakhanya pejaba kecil yang ditangkap,  ketua parlemen pun digelandang.  

Inilah kepastian hukum.  Negara  tidak melindungi koruptor.  Siapa pun yang korup harus bertanggung jawab di kursi pesakitan.  Dunia percaya bahwa Indonesia bukan negeri koruptor. Indonesia secara dinamis sedang memperbaiki negerinya dari gerogotan koruptor.  Inilah sejatinya yang dibutuhkan investor.  Adanya kepastian hukum dan dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah.  

Kini Indonesia dinobatkan sebagai negeri paling layak investasi nomor dua di dunia.  Singapura jauh tertinggal di nomor lima.  Itu artinya dunia lebih percaya berinvestasi di Indonesia dibandingkan di Singapura. 

Tugas kita semua adalah menjaga kepercayaan investor ini dengan sebaik-baiknya.  Semua birokrasi pemerintahan,  baik pusat maupun daerah,  wajib menciptakan kemudahan dalam melayani perijinan investasi.  Tidak perlu ragu membantu investor. Negeri ini sedang membutuhkan investasi yang sebesar-besarnya agar bangsa ini bisa semakin maju dan sejahtera. (Bang Teno) 

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by