[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Rock Melon Cantalope
Rock Melon Cantalope

Tiba-tiba publik dunia dikejutkan meninggalnya 4 orang Australia setelah mengonsumsi melon jenis rock melon (cantaloupe) asal News South Wales.  Melon ini berwarna orange dan berasal sangat manis. 

Melon ini mengandung bakteri listeria monocytogenes. Bakteri ini biasa hidup di tanah dan air.  Akibat terkontaminasi bakteri mematikan ini,  pemerintah Austrialia telah membuat warning ke sejumlah negara untuk menghindari konsumsi jenis melon ini. 

Agriculture Consellor Kedutaan Besar Australia diJakarta pada 3 Maret 2018 mengirim surat khusus kepada pemerintah Indonesia tentang kejadian luar biasa tersebut.  Kementerian Pertanian pun merespon surat tersebut dengan menerbitkan SK Kementan Nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang penutupan pemasukan buah impor rock melon (cantaloupe)  dari Ausralia ke Indonesia.  Jika ada melon jenis ini yang masuk ke Indonesia, sikap pemerimtah tegas yaitu harus dimusnahkan. 

Data dari Kementerian Perdagangan menyebutkan sejak setahun silam,  Kemendag tidak mengelurkan izin impor buah melon,  pepaya,  mangga,  termasuk cabai,  bawang merah dan wortel.  Itu artinya dipastikan buah melon asal Australia ini tidak beredar di pasar dalam negeri.  Jika pun masih ada yang menjual dipastikan melon itu ilegal. 

Pemerintah menganggap buahdan sayur lokal cukup berkualitas dan harus menjadi tuan di negerinya sendiri.  Buah-buahan  yang sangat disukai masyarakat Indonesia ini banyak ditanam di dalam negeri. 

Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat volume dan nilai impor sayur sepanjang Januari-Oktober 2017 sekitar USD 654,70juta dengan volume 703.735 ton danimpor buah senilai USD 942,10 juta dengn volume 538.713 ton. 

Dari monitoring media terhadapkasus melon itu menunjukkan beberapa hal penting.

Pertama,  pemerintah terutama Kementerian Pertanian sangat responsif terhadap kejadian di Australia tersebut.  Surat Keputusan Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini telah memberi jaminan dan kepastian hukum terhadap bahaya rock melon contalope ini.  Jika ada melon jenis ini di Indonesia yang diimpor dari Australia,  sikap pemerintah tegas: musnahkan. 

Kedua,  Kementerian Pertanian telah menunjukkan sikap tegas terhadap buah impor yang membahayakan masyarakat Indonesia. Artinya perlindungan terhadap konsumen sangat diperhatikan. Pemerintah melindungi warganya dari kontaminasi buah impor dari Autsralia ini.

Ketiga,  Kementerian Perdagangan telah mengantisipasi sejak awal agar buah lokal menjadi tuan di negerinya sendiri. Permintaan izin impor buah melon tidak pernah diberikan.  Begitu juga sejumlah jenis sayur impor juga tidak diperbolehkan masuk. Pemerintah memberi kesempatan sangat luas kepada petani dan pedagang buah dan sayur untuk lebih produktif dan lebih sejahtera. 

Dari kejadian ini dan melihat sikap pemerintah, kiranya kita semua semakin yakin dan percaya terhadap kinerja pemerintahanJokowi-JK selama empat tahun berjalan ini yang berpihak pada rakyat. Kerja bersama untuk kemajuan sektor pertanian dan perdagangan serta industri dalam negeri.

Jadi,  selamat bekerja Bung.  Tetap amanah dalam melaksanakan mandat rakyat.  (HeruBahtiar) 

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by