[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
88% Aksi Pemerintah Dinilai Baik
88% Aksi Pemerintah Dinilai Baik

Selama bulan Februari 2018, publik menilai langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi masalah pangan dan perdagangan sangat baik.  Persentasinya menguat hingga 88%. Jumlah itu berasal dari sentimen positif sebesar 21% dan netral 67. Reaksi negatif hanya sekitar 7%.

Angka-angka ini diambil dari pengamatan isu-isu pemberitaan dimediamassa,  terutama online dan medsos yang diamati tim redaksi.  Persepsi publik yang “direkam” oleh media massa masih menganggap langkah-langkah pemerintah masih on the right track. Aksi pemerintah tidak menyimpang dari visi dan cita-cita sebelumnya.

Upaya-upaya delegitimasi pemerintahan hanya direspon tak lebih dari 7%.Sementara respon waspada masih memiliki angka 5%. Jika dijumlahkan dengan persepsi negatif bisa mencapai 12%.

Sejumlah isu di media massa masih didominasi perdebatan dan perkembangan pelaksanaan impor beras sebesar 500 ribu ton.  Misalnya impor beras hanya baru terealisasi 261 ribu ton.  Juga distribusi impor beras yang langsung ke gudang-gudang bulog dan tidak akan masuk ke sentra-sentra produksi beras yang kini mulai panen. 

Dampak impor beras di pasaran mampu menurunkan harga beras. Komoditiyang difungsikan sebagai cadangan Bulog ini sekaligus difungsikan sebagai beras operasi pasar.  Operasi pasar berhasil menurunkan harga beras.  Kendati demikian harga beras masih di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah . 

Dari oposisi maupun simpatisannya impor beras masih dianggap sebagai kegagalan pemerintahan Jokowi-JK.  Terutama gagal dalam membangun kedaulatan pangan.  Para simpatisan dan pimpinan partai oposisi masih terus memainkan isu beras ini dengan pesan negatif dan provokatif. 

Berbagai kritik provokatif serta komentar negatif kerap dilayangkan tokoh-tokoh politik seperti  Wakil Ketua DPR Fadli Zon, politikus Rizal Ramli, dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Selain itu, akun-akun palsu (fake account) juga banyak digunakan sebagai media untuk menyebarkan hate comment terkait isu-isu tersebut.

Yang menarik,  publik sangat aktif merespon berbagai berita negatif itu dengan berbagai pertanyaan melalui media sosial. Hal ini menunjukkan awareness warganet terhadap isu-isu pangan dan perdagangan sangat tinggi. 

Perilaku publik ini menarik.  Dengan banyaknya publik bertanya terhadap isu pangan dan perdagangan, hal itu menunjukkan publik tidak serta-merta termakan oleh opini-opini dan statemen provokatif.  Di sinilah terlihat publik sangat cerdas memilih berita dan mencerna opini berita.  Publik tidak serta-merta menerima begitu saja berita negatif dan opini-opini hate speach. 

Dari kacamata ini,  kita bisa melihat bahwa publik sangat cerdas dalam mengkonsumsi berita media massa dan media sosial.  Publik tidak serta-merta percaya jika ada gambarnegatif apalagi konten yang secara kontinumenyerang kebijakan pemerintahan. 

Kendati demikian,  pemerintah tetap menganggap berbagai kritik dan masukan menjadi sangat penting. Impor beras dan bahan pokok lainnya hanya dilakukan untuk kepentingan rakyat,  baik untuk kepentingan pengendalian harga,  penambahan stok akibat menipisnya ketersediaan,  atau untuk kepentingan industri nasional seperti impor jagung dan garam. 

Bagi pemerintah angka 88% tidak terlalu besar.  Pemerintah mestinya mengambil target maksimalhingga 100% positif.  Meski hal itu tak mungkin,  target maksimal tetap perlu dicantumkan.  Kendati demikian, masukan dan kritik oposisi, simpatisan,serta masyarakat umum tetapsangat penting. (Heru/redaksi)

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by