[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Gerakan Menanam Cabai
Gerakan Menanam Cabai

Berita hari ini yang menarik diulas adalah gerakan menanam cabai di Surabaya yang digagas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Gerakan ini berawal dari harga cabai di Pasar Keputran yang melejit hingga Rp 65.000 per Kg atau Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per Kg di tingkat eceran.  Padahal awal Februari harga cabai di Keputranhanya Rp 20.000 per kilogram. 

Ide Bu Risma, demikian walikota Surabaya ini akrab disapa, bukan ide baru.  Juga bukan gagasan anyar.  Ide ini pernah digaungkan sebelumnya oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman. 

Sekitar dua bulan lagi puasa akan datang.  Sekitar pertengahan Mei 2018. Pada saat puasa,  biasanya kebutuhan pangan pokok meningkat. 

Teori hukum permintaan mengatakan  jika demand tinggi dan stok terbatas maka harga pasti naik.  Jika stok tinggi dan demand rendah maka harga turun. 

Mengikuti hukum permintaan ini,  imbauan Bu Risma,    menjadi sangat penting.  Masyarakat segera menyincingkan lengan baju pada akhir pekan.  Ambil pot dan tanamlah cabai di pekarangan rumah. 

Setiap keluarga di kota-kota besar atau di kampung-kampung dan desa tanamlah cabai di halaman rumah,  di petak-petak pekarangan yang kosong.  Cukuplah cabai rawit (capsicumfrutescens)  saja yang ditanam.  Mudah, murah, dan cepat panen.  Tak sampai tiga bulan kita sudah bisa membuat sambal dari hasil cabai di “kebun” sendiri.

Jika setiap rumah tangga tidak malas menanam cabai,  harga cabai tidak akan merangkak naik hingga menyentuh angka iraasional. Mengapa?  Sekali lagi hukum ekonomi permintaan yang berjalan.  Jika demand rendah,  stok juga rendah maka harga tidak akan naik.  Jika setiap rumah tangga menanam cabai di pekarangan,  demand cabai segar pasti berkurang.  Harga pasti akan murah atau tidak akan naik. 

Cara lain bisa dilakukan dengan membeli cabai bubuk atau menyimpan sambal di kulkas. Ide ini diluncurkan mantan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.  Jurus sambal ini ternyata sangat ampuh mengurangi demand cabai segar dan mampu mendikte harga cabai segar di pasar.

Caranya juga sederhana,  murah dan cepat.  Pada saat harga cabai murah,  belilah dalam jumlah cukup banyak.  Tumbuk atau giling halus,  lalu digoreng. Jadikan olahan sambal atau olahan cabai.  Simpan di kulkas agar tahan lama.  Setiap kali dibutuhkan,  olahan cabai ini bisa digunakan. 

Jika setiap keluarga mempraktikkan hal ini,  dijamin pada bulan puasa harga cabai tidak akan meroket setinggi langit.  Ibaratnya harga cabai akan ikut puasa dan menjadi anak salehhehe.  Tidak melonjak-lonjak atau fluktuatif. 

Jika praktik ini dilakukan oleh produsen,  petani, maka dijamin setiap panen tak akan ada harga cabai jatuh.  Setiap musim hujan,  cabai tidak akan cepat busuk.  Sebab hasil panen cabai bisa diawetkan melalui produksi cabai bubuk, cabai kering,  atau cabai olahan, termasuk sambal. Idenya sederhana dan mudah diaplikasikan. 

Satu lagi yang penting yaitu konsumen. Kebiasaandan pola konsumsi konsumen ini menentukan harga cabai juga.  Jika konsumen lebih suka cabai segar,  maka produsen memilih menjual cabai segar daripada produk olahan cabai. Sebaliknya jika konsumen menyukai sambal atau produk olahan cabai,  produsen dan petani pasti akan memilih mengolah hasil panen cabainya menjadi sambal atau olahan cabai. 

Jadi,  peran konsumen ini penting sekali. Pola makan konsumen mestinya berubah.  Jika ingin cabai segar,  tanamlah di pekarangan rumah.  Biasakan memakan produk olahan cabai,  baik sambal atau cabai bubuk. 

Dengan mengatur pola konsumsi kita terhadap cabai,  dijamin harga cabai di Surabaya yang hari ini meroket hingga ke angka Rp 70.000 per Kg di pasar Genteng tidak akan terjadi. 

Jadi mari berubah...!!!  (herubahtiar/redaksi)

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by