[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Putra Terbaik Indonesia Pimpin ASPIRE
Putra Terbaik Indonesia Pimpin ASPIRE

Jakarta, TNO - Salah satu putra terbaik Indonesia, Dr. dr. Budi Wiweko, S.PoG terpilih menjadi Presiden Asia Pacific Initiative on Reproduction (ASPIRE) untuk periode 2018-2020.

Organisasi profesional di bidang endokrinologi reproduksi dan infertilitas di wilayah Asia Pasifik ini beranggotakan lebih dari 30 negara.
 
Endokrinologi dan infertilitas produktif adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang fisiologi reproduksi, konsep dasar kesehatan reproduksi dan mendukung filosofi teori "from womb to tomb" atau "dari rahim ke makam" di bidang reproduksi.
 
ASPIRE didirikan pada tahun 2005 dengan Presiden pertama adalah PC Wong (Singapura, 2005 - 2008); Presiden kedua  Shin Young Moon (Korea, 2008 - 2010); Presiden ketigaoshiharu Morimoto (Jepang, 2010 - 2012); Presiden keempat  Robert Norman (Australia, 2012 - 2014); Presiden kelima Jaideep Malholtra (India, 2014 - 2016) dan Presiden keenam  Chii Ruey Tzeng (Taiwan, 2016 - 2018). Salah satu visi utama organisasi ini adalah meningkatkan akses dan kualitas layanan teknologi reproduksi.
 
“Membangun keluarga adalah mimpi setiap pasangan setelah menikah. Mereka akan berjuang dan memberikan semua usaha untuk memiliki anak. Karena, di sanalah masa depan mereka,” kata Iko, begitu biasa Budi Wiweko disapa, kepada redaksi treadenewsonline.
 
Sayangnya, lanjut Iko, saat ini ada sekitar 15% pasangan tidak beruntung yang  kesulitan untuk hamil secara alami. Keberadaan ASPIRE adalah bentuk kepedulian bagaimana menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah terkait reproduksi.
 
 
Secara prinsip, lanjut Iko yang juga Wakil Direktur Indonesian Medical Education and Research Institute-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI-FKU), apa yang dilakukan ASPIRE adalah merencanakan, menyiapkan dan menjaga kehamilan dengan baik. 
 
"Sebab itu berarti  membangun bangsa," tandas Iko, Pemenang Pertama Dosen Terbaik Nasional 2015.
 
Indonesia, kata Iko, harus memainkan peran penting dalam ASPIRE karena Indonesia merupaan  negara terbesar ketiga di Asia Pasifik dengan sumber daya potensial yang melimpah untuk mendukung semua kegiatan dalam penelitian, pendidikan - pelatihan dan layanan kesehatan.
 
"Sekarang saatnya kita memimpin dan menginspirasi kawasan Asia Pasifik," kata Iko. (AHM/HER)
Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by