[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Patut Ditiru, Presiden Tanami Hulu DAS Citarum
Patut Ditiru,  Presiden Tanami Hulu DAS Citarum

Jawa Barat,  TNO- Apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo ini patut ditiru.  Pesiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman di hulu Sungai Citarum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/2) pagi seperti dikutip dari milis Setkab.  

Menurut Presiden,  revitalisasi DAS Citarum itu sudah dimulai 1 Februari 2018 lalu, di kawasan Situ Cisanti, Desa  Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Penanaman dipilih pohon ekologis dan ekonomis di hulu Sungai Citarum jenis rasamala, puspa, mangled, damar, dan lain-lain. 

Presiden menilai, pohon ekologis dan ekonomis itu sangat bagus. Kalau bisa tumbuh, menurut Presiden, tanaman tersebut akan jadi endemik atau tanaman lokal. Rehabilitasi Sungai Citarum itu dilakukan secara terintegrasi, dari mulai pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, dengan pengawasan dari Kodam III Siliwangi.

“Kita kerjakan secara gotong royong. Ini pekerjaan besar dan panjang. Bukan seremoni seperti yang sudah-sudah dan akan saya lihat secara rutin,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga menyinggung bahwa penanganan penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum merupakan pekerjaan besar yang tidak mungkin dikerjakan sehari dua hari atau setahun dua tahun.

“Pemerintah sudah menghitung waktu untuk merevitalisasi DAS Citarum yakni membutuhkan waktu sekitar tujuh tahun dari sekarang. Sudah kita hitung dari hulu, tengah, dan hilirnya akan bisa selesai insyaallah dalam tujuh tahun,” kata Presiden Jokowi. 

Menurut Presiden, per tiga atau enam bulan dirinya akan memantau perkembangan hulu Citarum. “Kita mulai di sini diberikan lahan oleh PTPN 980 hektare, untuk persemaian, untuk ditanami dan relokasi. Perhutani juga memberikan lahannya yang diharapkan lahan yang ada segera kita hijaukan kembali,” jelasnya.

Saat disinggung terkait pabrik industri yang kerap membuang limbah ke aliran Sungai Citarum, Presiden Jokowi mengatakan, satu-satu, ini dari hulu dulu.

“Nanti cerita lagi kalau sudah di tengah, nanti cerita lagi setelah di hilir, hulu dulu, jangan kemana-mana di sini saja ini pekerjaan sangat panjang. Iya, iya (penindakan). Saya sampaikan ini pekerjaan kurang lebih, insyaallah selama tujuh tahun, ini baru dimulai di sini,” tegas Presiden.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. (*/her/ahm)

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by