[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
TEROBOSAN
TEROBOSAN

Presiden Joko Widodo menegaskan sekali lagi tentang pentingnya ekspor Indonesia yang mesti harus lebih baik daripada negeri-negeri jiran.  Apa kata Presiden?

Sidang Kabinet Paripurna digelar Senin (12/2) lalu.  Wakil Presiden Jusuf Kalla dan semua menteri Kabinet Kerja hadir.  Banyak arahan disampaikan dalam sidang kali ini.  Semua menteri mendengar dan mencatatnya.

Ada satu bagian penting yang mendapat penekanan,  yaitu ekspor Indonesia. Bagian ini menjadi perhatian semua kementerian.  Sebab,  ekspor merupakan urusan lintas sektoral.  Tak hanya Kementerian Perdagangan atau Kementerian Perindustrian. 

Presiden menyampaikan bahwa ekspor memiliki kontribusi 20,37% dari PDB. Presiden minta ekspor digenjot.  Dinaikkan lagi dan lagi. Tidak melempem dan dilibas negeri tetangga.  Bagaimana caranya? 

Kepala Negara menginstruksikan semua kementerian yang terkait urusan ekspor ini untuk menghasilkan langkah-langkah terobosan. Salah satunya ialah dengan mempercepat penyelesaian hambatan-hambatan yang dialami oleh para eksportir.

Apalagi?  Presiden mengulangi permintaannya untuk bukan hanya menggarap tetapi menciptakan terobosan di pasar ekspor nontradisional.  Semua perwakilan Indonesia di luar negeri disebut satu per satu untukmemperkuatdiplomasi ekonomi. 

"Kita harus mulai melibatkan pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar-pasar ekspor nontradisional. Para duta besar, konjen, konsul, dan atase perdagangan juga harus memperkuat diplomasi ekonomi dan intelijen ekonomi kita agar mereka menjadi ujung tombak promosi, ruang promosi, dan jeli melihat peluang ekspor," tegas Presiden.

Atase Perdagangan disebut secara khusus sejajar dengan duta besar dan para konjen dan konsul.  Presiden melihat peran penting di sini.  Mereka bertugas memaksimalkan ekspor produk Indonesia. 

Kerja keras itu pasti.  Hambatan jangan ditanya.  Tantangan apalagi.  Tetapi instruksi ini adalah perintah penting seorang pemimpin pemerintahan dan kepala negara.  Tak boleh diabaikan.  Tak boleh disepelekan.

 Harus dilaksanakan dengan komitmen tinggi dan penuh kesungguh-sungguhan.  Tak boleh ada kata menyerah. 

Kuncinya satu: ciptakan terobosan.  Terobosan itu mengerjakan sesuatu dengan cara tak biasa.  Ibarat makan mie yang biasanya dengan satu pasang sumpit ini dilakukan dengan duapasang sumpit. Atau pakai dua garpu.  Begitulah perumpamaan sebuah terobosan.  Jika ada halangan yang menghadang,  ya dibobol dengancara yang tak melanggar hukum ekonomi,  hukum dagang, dan hukum internasional.  Cari jalan keluarnya hingga tujuan tercapai. 

Terobosan itu sangat identik dengan kerja keras, kesungguhan,  dan inovasi.  Inovasi itu identik dengan kecerdasan dan kemampuan.  Kemampuan itu identik dengan pengalaman,  ilmu, dannetwork.  Kombinasi semua itu adalah terobosan untuk meningkatkan ekspor. 

Selama semua perwakilan ekonomi di luar negeri bekerja dengan cara biasa,  percayalah harapan Presiden ini hanya akan berhenti di atas mimbar dan di kertas-kertas perintah.  Satu-satunya cara menggemakan perintah Presiden adalah dengan melakukan terobosan-terobosan yang tidak biasa.  Terobosan yang membuat semua orang akan berkata “wow. “

Dalam sebuah diskusi personal dengan salah satu Kepala ITPC, Bang Teno menyarankan dua hal: Transaksi atau Branding.  Jika belum mendapat transaksi besar maka lakukan branding.  Misalnya,  mengajar anak TK di Perancis tentang apa itu kelapa sawit dan apa itu CPO. Halitu jauh lebih bermanfaat daripada ikut pameran.  Asalkan peristiwa itu divideokan dan diviralkan di media sosial.  Mudah,  murah,  dan menciptakan persepsi positif. 

Satu contoh lagi.  Membuat acara masak mi instan Indonesiadi negeri kecil Eithopiamisalnya.  Hal itu juga branding yang murah dan elegan.  Jangan lupa,  videokan dan viralkan.  Gunakan media sosial untuk mendukung gagasan-gagasan “gila” seperti ini. 

Kementerian Perdagangan menggelar raker khusus dengan kementerian luar negeri bertajuk ekspor dan investasi.  Terobosan tengah digodok.  Penetrasi tengah dikonsep.  Gebrakan demi gebrakan bakal segera lahir. 

Presiden sudah memberi perintah.  Tugas para menteri dan jajarannya adalah sami’na waatho’na,  membenarkan dan melaksanakan.

Selamat bekerja Bung...!  (Bang Teno) 

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by