[Close]
[Close]

  Breaking News :

  •  Beras 10.751 Kg; Gula 12.799 Kg; Minyak Goreng 11.517 Lt; Tepung Terigu 9.137 Kg; Kedelai 10.732 Kg; Daging Sapi 116.601 Kg; Daging Ayam 29.405 Kg; Telur Ayam 22.193 Kg; Cabe 28.216 Kg; Bawang 25.134 |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
  •  Susu 10.350 Gr; Jagung 7.232 Kg; Ikan 77.456 Kg; Garam 10.105 Kg; Mie Instan 2.437 Bks; Kacang 25.442 Kg; Ketela Pohon 5.641 Kg |
Presiden: Perbaiki Terus Iklim Investasi dan Ekspor
Presiden: Perbaiki Terus Iklim Investasi dan Ekspor

Jakarta, TNO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi momentum pertumbuhan ekonomi yang trendnya semakin meningkat dari 5,06% di triwulan ketiga 2017 menjadi 5,19% di triwulan keempat 2017. Ia menginginkan trend peningkatan pertumbuhan ekonomi ini terus berlanjut di 2018.

“Apalagi saya melihat langkah ekspor kita, terutama di sektor komoditas dan batubara menunjukkan kinerjanya yang semakin meningkat. Begitu pula dengan konsumsi rumah tangga yang kita harapkan semakin membaik sejalan dengan berjalannya program Padat Karya Tunai di beberapa daerah,” kata Presiden Jokowi dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2) siang.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), Presiden juga mengingatkan bahwa investasi dan ekspor adalah kunci menggerakkan pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu, Presiden meminta agar jajarannya terus memperbaiki iklim kemudahan berusaha, berinvestasi dari pusat sampai provinsi, kabupaten, dan kota.”Ini sudah lama di tunggu-tunggu oleh para pengusaha,”ujarnya.

Selain investasi, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa ekspor memiliki kontribusi 20,37 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Menurut Presiden, ini seharusnya bisa ditingkatkan lagi dengan langkah-langkah terobosan, mulai dari percepatan penyelesaian hambatan-hambatan yang dihadapi para eksportir dalam negeri dan juga harus mulai melibatkan para pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar-pasar ekspor non tradisional.

Untuk itu, Presiden memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk pameran di negara-negara non tradisional ini di mulai tahun depan. Selain itu ia juga memerintahkan para duta besar, para Konjen, Konsul, Atase Perdagangan untuk memperkuat diplomasi ekonomi, memperkuat intelijen ekonomi agar mereka menjadi ujung tombak promosi, ruang investasi, dan juga jeli melihat peluang-peluang ekspor yang bisa dilakukan dari negara kita.

“Awal tahun depan sudah mulai dilakukan untuk terutama negara-negara yang berpenduduk besar, seperti Pakistan, Bangladesh, atau misalnya di Afrika yang penduduknya banyak dengan pertumbuhan ekonomi yang juga tinggi,” ujar Presiden.  (*/AHM)

Revitalisasi Pasar
Gerakan Nasional Pemerataan Ekonomi Digital Bagi UMKM Indonesia
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Manfaatkan Kunjungan Raja Salman, Gubernur Sulsel Datangi Pengusaha Arab Saudi
ITPC Sao Paulo Incar Komunitas Jepang
Peluang Industri Kreatif Sinematografi Terbuka Luas
KEK Maloy Batuta - Kemendag Bahas Pendelegasian Perijinan Ekspor dan Impor
Kasus Impor Daging Sapi
 
Copyright ©tradenews.co, 2016 - 2018 All Rights Reserved Powered by